Friday, May 7, 2010
KHASIAT KELADI TIKUS
Kapsul herbal dengan komposisi tumbuhan keladi tikus 100%. Mengobati penyakit kanker payudara, paru-paru, usus besar, rectum, lever, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukimia, empedu dan pankreas. Hasil penelitian menunjukkan efek membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi dan bersifat anti virus dan anti bakteri.
DESKRIPSI
Tumbuhan keladi tikus mempunyai nama latin Typhonium flagelliforme (Lodd). Termasuk yang punya nama asing rudent tuber ini, telah digunakan oleh penduduk negeri tetangga kita, Malaysia, sebagai obat penyakit kanker. Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
KELADI TIKUS ATASI KANKER PAYUDARA
Orang banyak mengenal keladi sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu bahan untuk makanan. Jenisnya pun berbeda-beda. Di Papua, talas menjadi bahan makanan pokok. Namun, keladi tikus berbeda lagi dari yang biasa. Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional.
Keladi tikus (typhonium divaricatum (L.) Dence) mulai banyak dan semakin dikenal sebagai bahan untuk obat pembasmi kanker payudara. Di sebut keladi tikus karena ukurannya kecil daripada keladi biasa. Terna menahun ini berukuran tinggi 10 sampai 45 centimeter. Bagian yang lebih mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih, berbentuk panjang kecil, mirip ekor tikus.
Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar.
Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut.
Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, tumbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.
Menurut Potopoy Pasau yang banyak menggunakan keladi tikus sebagai obat tradisional, tanaman ini tak berdaun di musim panas seperti sekarang ini. Karena itu, ia merasa kesulitan menemukannya. Ia mengaku, untuk obat tradisional, ia tak mengembangbiakan sendiri, melainkan mencari di tempat-tempat tumbuhnya keladi tikus ini.
''Keladi tikus lebih banyak digunakan untuk pengobatan kanker, khususnya kanker payudara.
Bagian yang digunakan adalah seluruh tanamannya, baik daun, hingga ke umbinya. Semuanya digerus dan ditambah air sedikit. Air saringannya itu yang diminum rutin,'' ujar Patopoy. Tanaman ini terasa hangat, asam, dan beracun. Keladi tikus berkhasiat sebagai antiradang, antipembengkakan, dan dapat membekukan darah atau mengurangi pendarahan
USM Temukan Keladi Tikus Sebagai Obat Kanker
Oleh NORZAHIZAN ISMAIL
Sejenis tumbuh-tumbuhan dikenal sebagai 'keladi tikus' atau nama saintifik "Typhonium Flagelliforme" yang ditemukan oleh seorang botanis hampir lima tahun lalu dipercayai bisa membantu penderita kanker. Dosen Pusat Pndidikan Ilmu Hayat Universiti Sains Malaysia (USM), Prof. Christopher Teo Kheng Hoe berkata, 'keladi tikus' dijumpai secara kebetulan ketika seorang penderita kanker meminta pertolongannya untuk membiakkan tumbuhan itu yang dipercayai boleh menyembuhkan penyakit. "Ketika itu saya terlibat dalam kajian membiakkan tumbuh-tumbuhan dan berjanji untuk membantu mereka membiakkan keladi tikus," katanya ketika dihubungi di Pulau Pinang baru-baru ini.
Sejak itu, beliau menganjurkan keladi tikus kepada kenalannya yang menghidapi penyakit tumor dan hingga kini ia berhasil menolong 800 orang penderita lokal dan luar negari termasuk dari New Zealand, Amerika Syarikat, India, Indonesia dan Australia. Menurut Prof. Teo, Keladi Tikus bermanfaat untuk menolong penderita kanker karena selama ini penderita yang mengambil tumbuh-tumbuhan ini menunjukkan kesan yang positif. "Sebenarnya, tidak ada obat di dunia yang ditemui bisa menyembuhkan penyakit kanker. Apa yang ditemukan ini hanya dapat membantu penderita yang menghadapi berbagai jenis kanker," ujarnya.
Bagaimanapun beliau mengingatkan masyarakat supaya tidak masuk ke hutan mencari pokok keladi tikus ini untuk dimakan kecuali mereka benar-benar pasti ia benar-benar keladi tikus. "Apa yang saya khuatirkan mereka mengambil pohon keladi yang salah berdasarkan sebagian buku rujukan memberi nama yang salah dan jika diambil bisa membawa maut," katanya. Prof. Teo memberitahu, keladi tikus semakin menghilang tetapi boleh ditemukan di kawasan payau dan terbiar serta didapati dijual di sebagian pasar. Katanya, lebih empat tahun lalu beliau telah menemukan satu cara mencampur keladi tikus dengan tumbuh-tumbuhan lain lalu memproses menjadikan kapsul untuk dimakan enam kapsul sehari. "Selain dari mengambil kapsul penderita kanker, mereka juga boleh menggunakan cara yang lebih baik dengan memakan daun, atau akar umbi keladi tikus itu".
"Bagaimanapun, masalah tumbuhan ini ialah cepat layu dan rusak, jadi yang telah diproses itu tahan lebih lama," tambah beliau. Prof. Teo berkata, penderita yang tidak mengambil kapsul hanya perlu mencuci dan merendam 50 gram atau empat atau lima pohon keladi tikus di dalam air selama setengah jam. Selepas itu, katanya, penderita harus memerah jus keladi tikus dan mencampurkannya dengan madu untuk menghindari rasa gatal. Penderita hanya perlu minum jus segar keladi tikus itu sekali sehari tetapi bagi mereka yang mengalami tumor yang serius perlu tiga kali sehari," jelas beliau. Selain itu, menurut Prof. Teo, penderita kanker juga harus mengubah cara hidup, makan makanan yang bisa menukar metabolisme badan serta melaksanakan penyembuhan mandiri (self healing).
OBAT KANKER ALAMI
Bila keluarga Anda menderita kanker, aminkanlah kalimat diatas. Alam Indonesia yang kaya mengandung berbagai tanaman obat yang dapat digunakan secara efektif sebagai obat kanker alami (herbal kanker)
Berbagai jenis tanaman obat yang dikenal sebagai obat kanker antara lain : keladi tikus, mahkota dewa, temu putih, benalu teh, buah merah, dll
Peran utama tanaman obat ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain untuk melokalisir sel-sel kanker sehingga tidak menyebar dan lebih mudah diangkat. Karena sifatnya herbal dan bukan kimia, maka obat kanker alami ini memiliki keunggulan yaitu tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh yang sehat serta relatif aman dikonsumsi (bahkan dalam jangka panjang). Selain itu juga murah biayanya.
Seiring dengan gerakan back to nature, kini kalangan medis pun banyak menganjurkan penggunaan obat kanker alami ini sebagai terapi komplementer bagi proses penyembuhan kemoterapi, radioterapi ataupun pembedahan.
Agar efektif, penggunaan obat kanker berupa ramuan herbal ini harus dibarengi dengan pola makan sehat dan hidup bebas stress. Menghindari konsumsi makanan berlemak yang digoreng ataupun dibakar serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran akan sangat membantu proses penyembuhan.
Manfaat dan kegunaan tanaman obat bagi para penderita kanker tidak diragukan lagi. Namun yang menjadi kendala utama adalah supply-nya. Bagi kaum awam, tidak mudah mencari dan menemukan tanaman obat disekitar kita.
Sebagai alternatif, kini telah tersedia berbagai produk ramuan racikan para herbalis ataupun produk-produk tunggal dengan berbagai merk di pasaran.
SUMBER: Sitawati - pemerhati tanaman obat Indonesia
KELADI TIKUS
KELADI TIKUS merupakan tanaman semak sejenis talas dengan tinggi 25 cm -30 cm, hidup pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.
Tanaman KELADI TIKUS ini rasanya pahit dan sedikit beracun. Bagi para petani di Asia Timur, tanaman KELADI TIKUS ini sudah tidak asing lagi. Ketika para penduduk desa menderita bisul atau problem kulit lainnya akibat racun, maka ampas tanaman yang ditumbuk langsung diaplikasikan ke bidang tubuh yang luka. Hasilnya: nanah keluar dan bengkak berkurang.
Ketika sari tanaman KELADI TIKUS diminum, berkasiat untuk membersihkan racun dalam tubuh, melancarkan berkemih dan secara umum membersihkan sistem pencernaan. Selain itu, ia juga dapat meningkatkan nafsu makan dan vitalitas bagi orang yang cepat lelah.
Tanaman semak sejenis talas ini tingginya hanya 25 cm -30 cm. Ia menyukai tempat lembab & tidak terkena matahari langsung pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya berbentuk bulat dengan ujung meruncing seperti jantung, muncul dari umbi dan berwarna hijau segar. Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi-tikus diberikan.
PENELITIAN TERKAIT KELADI TIKUS
KELADI TIKUS telah lama diteliti oleh para ahli dari berbagai negara.
Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia sudah lama meneliti tanaman ini, hasilnya ekstrak dari akar KELADI TIKUS efektif untuk kanker prostat.
Riset yang dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun KELADI TIKUS terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukemia P388. Pada riset tersebut, untuk menghambat 50% sel kanker, Cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi KELADI TIKUS.
Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia menemukan senyawa antikanker dalam KELADI TIKUS bernama fitol. Fitol melawan sel kanker dengan dua cara, yaitu: dengan cara antiproliferasi spesifik dan kedua dengan cara menginduksi apoptosis (bunuh diri).
Di Indonesia sendiri sudah banyak penelitian dilakukan atas tanaman ini. Beberapa penelitian yang telah dimuat dalam majalah Trubus no 475/Edisi Juni 2009/XL, antara lain penelitian tentang efektivitas KELADI TIKUS menghambat sel kanker payudara MCF-7 oleh Lucie Widowati – periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Depkes.
Selain itu Dr. Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB juga menemukan bahwa ekstrak KELADI TIKUS dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin (enzim yang diduga sebagai promotor perkembangan kanker).
Tak kalah menarik adalah hasil penelitian dari Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang membuktikan ektrak daun KELADI TIKUS memotong rantai DNA sel kanker (menyebabkan gagal berkembang).
SUMBER: www.cancerhelps.com
KAPSUL KELADI TIKUS (Typhonium Flagelliforme)
Detail Produk:
Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) dalam bentuk kapsul ini terdaftar pada Kementrian Kesehatan Malaysia dan disahkan oleh Biro Pengawasan Farmasi Nasional (MAL09071079TC).
Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Memulihkan Badan Anda:
Keladi tikus (yphonium flagelliforme) membantu dalam menghilangkan racun dalam darah. Dalam penelitian menunjukkan bahwa keladi tikus mengandung Arginine yang tinggi. Arginine adalah asam amina essential, yang diperlukan untuk pertumbuhan microba, tanaman and binatang secara normal. Arginine adalah diperlukan untuk menjaga metabolism dan perkembangbiakan sel-sel agar selalu normal.
Kompisisi:
100% keladi tikus (typhonium flagelliforme) berupa serbuk yang dikemas dalam kapsul.
Saran Penggunan:
Minum 2 kapsul 2 kali sehari sebelum makan atau sesuai petunjuk dokter.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu ruang sekitar 30 derajat celcius dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Isi dalam satu kotak:
2 botol X 90 kapsul X 400mg.
Di distribusikan oleh:
Keladi Tikus Herbs, Surabaya, Indonesia
Harga per paket:
RP 1.250.000,-