Friday, May 7, 2010

USM Temukan Keladi Tikus Sebagai Obat Kanker

Surat Kabar: Utusan, Agustus 1998

Oleh NORZAHIZAN ISMAIL


Sejenis tumbuh-tumbuhan dikenal sebagai 'keladi tikus' atau nama saintifik "Typhonium Flagelliforme" yang ditemukan oleh seorang botanis hampir lima tahun lalu dipercayai bisa membantu penderita kanker. Dosen Pusat Pndidikan Ilmu Hayat Universiti Sains Malaysia (USM), Prof. Christopher Teo Kheng Hoe berkata, 'keladi tikus' dijumpai secara kebetulan ketika seorang penderita kanker meminta pertolongannya untuk membiakkan tumbuhan itu yang dipercayai boleh menyembuhkan penyakit. "Ketika itu saya terlibat dalam kajian membiakkan tumbuh-tumbuhan dan berjanji untuk membantu mereka membiakkan keladi tikus," katanya ketika dihubungi di Pulau Pinang baru-baru ini.

Sejak itu, beliau menganjurkan keladi tikus kepada kenalannya yang menghidapi penyakit tumor dan hingga kini ia berhasil menolong 800 orang penderita lokal dan luar negari termasuk dari New Zealand, Amerika Syarikat, India, Indonesia dan Australia. Menurut Prof. Teo, Keladi Tikus bermanfaat untuk menolong penderita kanker karena selama ini penderita yang mengambil tumbuh-tumbuhan ini menunjukkan kesan yang positif. "Sebenarnya, tidak ada obat di dunia yang ditemui bisa menyembuhkan penyakit kanker. Apa yang ditemukan ini hanya dapat membantu penderita yang menghadapi berbagai jenis kanker," ujarnya.

Bagaimanapun beliau mengingatkan masyarakat supaya tidak masuk ke hutan mencari pokok keladi tikus ini untuk dimakan kecuali mereka benar-benar pasti ia benar-benar keladi tikus. "Apa yang saya khuatirkan mereka mengambil pohon keladi yang salah berdasarkan sebagian buku rujukan memberi nama yang salah dan jika diambil bisa membawa maut," katanya. Prof. Teo memberitahu, keladi tikus semakin menghilang tetapi boleh ditemukan di kawasan payau dan terbiar serta didapati dijual di sebagian pasar. Katanya, lebih empat tahun lalu beliau telah menemukan satu cara mencampur keladi tikus dengan tumbuh-tumbuhan lain lalu memproses menjadikan kapsul untuk dimakan enam kapsul sehari. "Selain dari mengambil kapsul penderita kanker, mereka juga boleh menggunakan cara yang lebih baik dengan memakan daun, atau akar umbi keladi tikus itu".


"Bagaimanapun, masalah tumbuhan ini ialah cepat layu dan rusak, jadi yang telah diproses itu tahan lebih lama," tambah beliau. Prof. Teo berkata, penderita yang tidak mengambil kapsul hanya perlu mencuci dan merendam 50 gram atau empat atau lima pohon keladi tikus di dalam air selama setengah jam. Selepas itu, katanya, penderita harus memerah jus keladi tikus dan mencampurkannya dengan madu untuk menghindari rasa gatal. Penderita hanya perlu minum jus segar keladi tikus itu sekali sehari tetapi bagi mereka yang mengalami tumor yang serius perlu tiga kali sehari," jelas beliau. Selain itu, menurut Prof. Teo, penderita kanker juga harus mengubah cara hidup, makan makanan yang bisa menukar metabolisme badan serta melaksanakan penyembuhan mandiri (self healing).

No comments:

Post a Comment